Blogger news

Minggu, 13 November 2011

Inilah sebabnya kebanyakan perokok bertubuh kurus

Tanpa disadari orang yang merokok umumnya memiliki berat badan lebih kurus dibanding yang non-perokok. Hal ini ternyata dipengaruhi kandungan nikotin di dalam rokok yang bisa mengganggu perilaku makan.
Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Yale University, Amerika Serikat telah menemukan penyebab orang yang merokok memiliki berat badan lebih kurus dan akan menjadi gemuk setelah ia berhenti merokok yaitu pengaruh dari nikotin.
Kondisi ini yang kadang membuat beberapa orang tidak mau berhenti merokok, karena akan membuat berat badannya meningkat jadi gemuk. Padahal mencegah obesitas dengan merokok hanya akan memberi efek yang sangat kecil, tapi akan memberikan banyak kerugian.
Para perokok rata-rata memiliki berat badan yang 2,5 kg lebih ringan dibandingkan dengan non-perokok.
Dalam studi ini, peneliti memberikan nikotin pada tikus setiap harinya selama 30 hari dan menemukan bahwa tikus tersebut menjadi berkurang asupan makanannya sebesar 50 persen dan kehilangan lemak tubuh sebesar 15-20 persen lemak tubuh.
Pada studi sebelumnya telah ditunjukkan efek nikotin dalam otak yang bisa mengikat reseptor beta 2 yang memang bertanggung jawab terhadap keinginan yang kuat sehingga membuatnya menjadi ketagihan.
Namun, Prof Piccotto secara signifikan menemukan pengaruh nikotin terhadap reseptor beta 4 yang terdapat di sel-sel saraf pada wilayah otak hipotalamus yang dikenal berperan pada perilaku makan.
“Reseptor ini sebenarnya tidak diperuntukkan bagi nikotin, tapi untuk asetil kolin, yaitu suatu neurotransmitter yang terlibat dalam sejumlah proses termasuk untuk aktivasi otot.,” ungkapnya.
Pengaruh nikotin terhadap reseptor beta 4 tersebut yang bisa menekan nafsu makan seseorang sehingga membuat tubuh perokok lebih kurus dibanding non-perokok. Hal ini semakin menambah dampak negatif dari rokok terhadap kesehatan.

0 komentar:

Posting Komentar